Sarana Latihan Terbatas, PBVSI Kabupaten Tangerang Siap Pertahankan Dua Emas di PORPROV VII Banten

TANGERANG, TEMABANTEN - Menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV VII Banten 2026) yang dijadwalkan bergulir pada 15–23 November 2026, Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Tangerang yang dinahkodai oleh Hendri Hermawan terus mematangkan kesiapan para atlet mudanya.
Berbekal pencapaian tahun lalu yang sukses meraih 2 medali emas, PBVSI Kabupaten Tangerang mengandalkan ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indoor Antar Klub U-19 Provinsi Banten sebagai ajang pemanasan untuk mempertahankan 2 medali emas yang diraih di PORPROV Banten VI kemarin.
Dalam ajang Kejurda Banten U-19 ini, tercatat ada 11 tim putra dan 11 tim putri dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang berpartisipasi. Kabupaten Tangerang sendiri menurunkan kekuatan penuh dengan mengirimkan wakil dari sejumlah klub lokal.
Untuk kategori putri, terdapat 5 tim yang berlaga, yakni Baramuda Indonesia Ciakar, Tangerang Gemilang, Mitra Prima, Kopdar, dan Tower 14. Sementara di kategori putra, terdapat 6 tim yang tampil, meliputi Kopdar, Mitra Prima, Tangerang Gemilang, Pervota, Citra Nusantara, dan Tower 14. Juara dari Kejurda ini nantinya akan dikirim untuk mewakili Provinsi Banten di ajang Kejurnas U-19 di Gresik pada tanggal 22 hingga 29 November.
Sekretaris Umum (Sekum) PBVSI Kabupaten Tangerang, Ferry Hamdani, menjelaskan bahwa pembinaan usia dini yang mencakup kelompok usia kelahiran 2011, 2012, dan 2013 menjadi fokus utama untuk memberikan jam terbang serta membangun mental bertanding yang kokoh.
"Untuk tim dari Kabupaten Tangerang, target ke depannya adalah untuk dua tahun mendatang. Fokus utama kami adalah memberikan pengalaman bermain dan berkompetisi guna membentuk mental bertanding yang baik," ujar Ferry, Jumat (23/20/2026).
Ferry juga menambahkan bahwa bola voli kini merupakan olahraga favorit ketiga di Indonesia setelah sepak bola dan basket, sehingga pembinaan berjenjang dari usia dini sangat penting untuk mengejar prestasi maksimal.
Di sisi lain, tantangan terkait sarana dan prasarana latihan masih menjadi perhatian serius para pelatih. Pelatih Voli, Deden Rizki, mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas GOR membuat para atlet harus beradaptasi ekstra karena terbiasa berlatih di lapangan terbuka (outdoor).
"Target kita tentu setinggi-tingginya untuk tingkat kabupaten maupun Provinsi Banten. Namun, yang menjadi kendala utama adalah sarana dan prasarana bagi anak-anak. Contohnya, anak-anak terbiasa berlatih di luar ruangan, sedangkan turnamen menggunakan fasilitas indoor dengan sistem pencahayaan yang berbeda sehingga memerlukan penyesuaian. Fasilitas pembinaan saat ini sangat minim, sehingga kami sebagai pelatih berinisiatif lebih tinggi demi menciptakan atlet yang lebih baik dan berkualitas," ungkap Deden.
Kondisi serupa turut dikonfirmasi oleh Ferry Hamdani, yang menyebutkan bahwa Kabupaten Tangerang masih membutuhkan tambahan gelanggang olahraga (GOR) di berbagai wilayah perumahan maupun kecamatan guna mendukung perkembangan atlet.
Kendati dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, semangat tinggi tetap ditunjukkan oleh para atlet muda. Salwa, perwakilan atlet dari klub Bara Muda Indonesia, menyampaikan harapan agar timnya dapat memberikan permainan terbaik serta mengharapkan dukungan pemerintah terhadap perbaikan fasilitas olahraga.
"Untuk tim, semoga kami bisa meraih kemenangan, menampilkan yang terbaik, dan memberikan manfaat. Kepada pihak pemerintah, semoga fasilitas ke depannya bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, termasuk pembenahan fasilitas GOR," ucap Salwa.
